Pada dasarnya, hampir setiap orang pernah mengalami overthinking. Namun demikian, kondisi ini sering muncul tanpa disadari. Oleh karena itu, tanda orang overthinking menurut psikologi perlu dikenali sejak awal.
Selain memengaruhi pikiran, overthinking juga berdampak pada emosi dan perilaku. Dengan memahami ciri-cirinya, seseorang dapat mengambil langkah yang lebih tepat untuk menjaga kesehatan mental.

Apa Itu Overthinking Menurut Psikologi?
Dalam psikologi, overthinking merujuk pada pola berpikir berulang yang sulit dihentikan. Akibatnya, seseorang terus memikirkan masalah yang sama tanpa menemukan solusi.
Lebih jauh lagi, kondisi ini sering muncul saat seseorang merasa cemas atau takut mengambil keputusan. Oleh sebab itu, pikiran terasa lelah dan sulit fokus.
Tanda Orang Mengalami Overthinking
Secara umum, psikologi mengenali beberapa tanda utama overthinking. Meskipun demikian, tanda-tanda ini bisa muncul secara bertahap.
1. Sulit Menghentikan Pikiran
Pertama, orang yang overthinking sering memutar satu masalah berulang kali. Bahkan setelah masalah selesai, pikirannya tetap kembali ke hal tersebut.
2. Terlalu Takut Membuat Kesalahan
Selain itu, rasa takut berlebihan membuat seseorang ragu mengambil keputusan. Akibatnya, peluang baik sering terlewatkan.
3. Mudah Merasa Cemas
Selanjutnya, overthinking memicu kecemasan yang terus-menerus. Pikiran sering membayangkan skenario buruk yang belum tentu terjadi.
4. Sulit Tidur atau Tidur Tidak Nyenyak
Pada malam hari, pikiran yang terlalu aktif mengganggu waktu istirahat. Oleh karena itu, banyak orang overthinking mengalami gangguan tidur.
Dampak Overthinking dalam Kehidupan Sehari-hari
Seiring waktu, overthinking dapat menurunkan kualitas hidup. Misalnya, seseorang menjadi mudah lelah dan kehilangan semangat.
Di sisi lain, hubungan sosial juga dapat terganggu. Karena pikirannya penuh, seseorang cenderung menarik diri dari lingkungan.
Cara Mengurangi Overthinking
Untuk mengurangi overthinking, psikologi menyarankan beberapa langkah sederhana. Pertama, seseorang perlu menyadari pola pikirnya sendiri.
Selain itu, menulis isi pikiran, melakukan aktivitas fisik, dan berbicara dengan orang terpercaya dapat membantu menenangkan pikiran. Dengan demikian, beban mental berangsur berkurang.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, tanda orang overthinking menurut psikologi terlihat dari pikiran berulang, kecemasan, dan keraguan berlebihan. Kondisi ini bukan kelemahan, melainkan sinyal bahwa pikiran membutuhkan jeda.
Pada akhirnya, dengan mengenali tanda-tandanya dan mengambil langkah yang tepat, seseorang dapat mengelola overthinking dan menjalani hidup dengan lebih tenang.









